Menjadi Tuan Rumah, Spendaba Siap Diseminasikan Kurikulum Merdeka Belajar

Sambutan Kepala SMP Negeri 2 Banyuwangi

Spendaba – Berkaitan dengan adanya dampak dari Pandemi Covid-19, membuat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menetapkan program Merdeka Belajar dengan mengacu pada Kurikulum Prototipe atau yang kini sudah resmi berganti nama menjadi Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang berbasis kompetensi untuk mendukung pemulihan pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) di seluruh mapel, termasuk Bahasa Indonesia. Dengan begitu, Panitia MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Banyuwangi mengadakan kegiatan “Diklat Diseminasi Merdeka Belajar” yang dibagi menjadi 5 zona.  Zona 1 dihadiri oleh SMPN/SMPS dari  Kecamatan Wongsorejo, Kalipuro, Glagah, Licin, Giri, dan Banyuwangi Kota.

 

Beruntungnya, MGMP Bahasa Indonesia zona 1 dilaksanakan  di SMP Negeri 2 Banyuwangi yang digelar di Aula Ki Hajar Dewantara pada Rabu, 30 Maret 2022 pukul 07.30 – 14.30 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 50 peserta dari berbagai SMP di wilayah zona-1, termasuk peserta MGMP SMPN 2 Banyuwangi yang dihadiri oleh Bp. Ruspandi, S.Sn., Bp. Subowo, S.Pd., Ibu Rani Pangastuti, S.Pd., Ibu Ikromatus Shaliha, S.Pd., dan Ibu Annisa Rahmawati, S.Pd. Susunan acara dimulai dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, sambutan-sambutan yang diawali oleh Kepala SMP Negeri 2 Banyuwangi, yakni Ibu Dewi Astuti, M.Pd, Ketua MGMP Bahasa Indonesia Bapak Muji Widiyanto, S.Pd dari SMP Negeri 1 Glagah Banyuwangi, Doa, dan dilanjut dengan paparan materi Merdeka Belajar dan Sharing Penguatan CGP, pengenalan sekaligus penugasan Portofolio Digital, pembentukan kepengurusan MGMP Zona 1, hingga penutup yang diakhiri dengan sesi foto bersama.

 

Paparan materi pertama, yakni tentang Diseminasi Merdeka Belajar disampaikan oleh Ibu Megawati, S.Pd dari SMP Negeri 1 Sempu. Hasilnya, pertama menjelaskan mengenai merdeka belajar yang bertujuan untuk mengembangkan softskils serta karakter peserta didik sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang memiliki 6 butir diantaranya adalah beriman & bertaqwa kepada tuhan YME, berakhlaq mulia, berkebhinekaan tunggal ika, bergotong royong, bersikap optimis, dan mandiri.

 

Salah satu hasil dari implementasi Merdeka Belajar adalah budaya positif yang merupakan pembiasaan baik yang ditaati  oleh seluruh warga di sekolah, terutama siswa misalnya dengan mengubah tata tertib di kelas dengan metode keyakinan kelas yang intinya mengajak siswa untuk belajar menyepakati sesuatu hal secara bersama-sama mulai ketertiban kelas, belajar dengan semangat, menghormati guru, menjaga kebersihan, dan membantu teman yang kesulitan. Jadi, ketika terdapat pelanggaran maka guru dapat menerapkan Merdeka Belajar, yakni dengan formula Segitiga Restitusi, mulai dari menanyakan poin-poin keyakinan kelas, menstabilkan identitas, dan validasi tindakan kelas.

Penyampaian Materi Diseminasi Merdeka Belajar

Kedua, guru diajak untuk lebih mendalami kembali mengenai kebutuhan belajar anak mulai dari kesiapan belajar, minat dan profil belajar, serta potensi-potensi yang dimiliki oleh siswa lalu dipetakan pula sesuai gaya belajar siswa (visual, audiovisual, dan kinestetik) karena hal ini sangat penting demi tercapainya target pembelajaran. Ketiga, hasilnya adalah strategi Diferensiasi (mengkolaborasikan 2 gaya belajar anak yang dimulai dari penyiapan materi yang dapat dikolaborasikan dengan teknologi dan sosmed sekarang, yakni Youtube, Tiktok, FB, IG, dsb, lalu dilanjutkan dengan penugasan proyek secara berkala dan barulah produk atau output akhir bisa didapat. Bentuk output jika dalam mapel Bahasa Indonesia dicontohkan saat siswa mampu menulis teks prosedur dari hasil pengamatannya. Hal ini berkaitan dengan peran guru yang harus memetakan gaya belajar siswa berdasarkan 4 kebutuhan belajarnya. Artinya, peran Merdeka Belajar ialah bebas mengajak siswa untuk mencari, memilih bentuk penugasan dan media yang akan digunakan. Tidak hanya melulu menggunakan asesmen sederhana seperti biasanya.

Kemudian, hasil dari pemateri kedua yang disampaikan oleh Bapak Nurul Hidayat dari SMPIT Al Uswah Banyuwangi, yakni pembuatan portofolio digital yang membutuhkan aplikasi Google Sites. Fungsinya untuk membuat web sekolah atau media pengumpulan tugas saja. Berikutnya dilanjut dengan pembentukan struktural MGMP Zona 1 yang diketuai oleh Melani (SMP Muh 3 Banyuwagi), Wakil oleh Nurul Hidayat (SMPIT Al Uswah), Sekretaris oleh Suhartatik (SMPN 2 Glagah), Bendahara Ibu Rani Pangestuti (SMPN 2 Banyuwangi), seksi komisi A (Pengembangan SDM) oleh Daryanti SMPN 1 Banyuwangi, Ainun Najib dari SMPN 4 Banyuwangi, Asria dari SMPN 1 Wongsorejo. Panitia komisi B (Publikasi Ilmiah) oleh Kanti Rahayu SMPN 1 kalipuro, karimah SMP Al-irsyad, dan Suswati SMPN 1 Wongsorejo. Kemudian dilanjut oleh Komisi C, yakni Firda Faisal SMPN 4 Wongsorejo, Ikromatus SMPN 2 Banyuwangi, dan Siti Maisaroh dari SMPN 1 Glagah Banyuwangi. Dengan demikian kegiatan kali ini berjalan dengan lancar dan diakhiri dengan selfi ria.

Foto Bersama Peserta MGMP Bhs Indo Zona 1

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Download App SPENDABA

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman.